BLOG & BERITA TERKINI

Frozen Beef vs Chilled Beef, Apa Bedanya?


Mungkin Anda cukup awam dengan istilah daging sapi beku (frozen), segar (fresh), dan dingin (chilled). Di Indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang memilih membeli daging sapi segar untuk diolah. Daging sapi segar berasal dari sapi lokal maupun impor yang diternakkan dan dipotong di Indonesia. Lalu bagaimana dengan daging sapi beku dan daging sapi dingin? Apa perbedaannya?

Pada dasarnya perbedaan daging sapi beku dengan daging sapi dingin terletak pada temperatur tempat penyimpanannya. Daging sapi beku disimpan pada suhu di bawah -18° C. Daging jenis ini berasal dari sapi yang disembelih sesaat sebelum mulai dibekukan. Dagingnya dipotong-potong dan didistribusikan sesuai kategori, lalu dimasukkan ke mesin pembeku. Biasanya daging tersebut digunakan untuk produk makanan jangka panjang.

Sedangkan daging sapi dingin merupakan daging segar yang disimpan pada suhu rendah antara -2° C hingga 4° C. Daging jenis ini tidak beku total dan dibungkus dalam kemasan yang sudah divakum. Daging sapi dingin biasanya digunakan untuk produk makanan jangka pendek dan dapat disimpan lebih dari 12 minggu.

Bagaimana dengan kualitas dagingnya?

Meski melalui proses pembekuan (frozen) atau pendinginan (chilled), bukan berarti daging-daging tersebut tidak segar. Daging sapi mengandung banyak nutrisi yang diperlukan untuk tubuh manusia, seperti protein, zinc, omega-3, dan vitamin B. Saat daging tersebut melewati proses pembekuan atau pendinginan, seluruh nutrisi tersebut akan tetap terjaga hingga nantinya diolah menjadi makanan.

Tapi perlu Anda ingat bahwa mengolah daging sapi beku/dingin perlu perencanaan yang baik. Salah-salah justru berakibat pada penurunan kualitas daging tersebut. Ada baiknya saat Anda akan membeli daging beku/dingin sudah dipikirkan kapan akan mulai diolahnya. Jika Anda hanya mempunyai sedikit waktu dan ingin segera memasak, maka pilihlah daging segar. Sebaliknya, jika Anda merencanakan untuk memasak daging tidak dalam waktu dekat maka daging beku/dingin bisa menjadi pilihan.

Meski begitu, ada perbedaan waktu penyimpanan pada kedua daging tersebut. Daging sapi beku dapat disimpan berbulan-bulan di freezer hingga waktunya akan diolah. Proses pencairannya pun membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daging sapi dingin yang tidak perlu dicairkan sama sekali. Anda cukup menyimpannya di chiller kulkas hingga saatnya akan diolah.