BLOG & BERITA TERKINI

Mengatasi Stres Selama Covid-19


Selama masa pandemibanyak dari kita yang menghadapi tantangan berat, baik dari segi ekonomi maupun sosial dimana dampaknya mampu menimbulkan stres dan ketidakstabilan emosi. Tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan Physical Distancing hingga saat ini masih berjalan dan menimbulkan perubahan yang tidak berkesudahan dalam keseluruhan cara kita hidup atau bersosialisasi. Physical Distancing yang berkelanjutan bisa membuat kita merasa terisolasi, stres dan meningkatkan kecemasan dari keadaan yang dirasa tidak kunjung membaik.

Dikutip dari Sage Journals dalam judul “Impact of Social Distancing on Mental Health During the COVID-19 Pandemic: An Urgent Discussion” dijelaskan bahwa selama pandemi berlangsung terdapat 10 juta pencarian di Google yang berkaitan dengan topik kecemasan , pikiran negatif, gangguan tidur, hingga keinginan untuk bunuh diri setelah peraturan Physical Distancing diterapkan. Gangguan stres dapat menyebabkan seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, emosi yang tidak stabil, reaksi fisik seperti sakit kepala dan nyeri badan, bahkan hingga meningkatnya konsumsi tembakau, alkohol, dan zat adiktif lainnya.

Oleh karena itu, kita perlu menjaga diri kita untuk tidak hanya kuat secara fisik namun juga secara psikis. Berikut ini adalah beberapa cara mudah yang dapat kita lakukan di rumah untuk menghadapi stres selama pandemi:

Hindari Berita-Berita Buruk di Media 

Saat ini semua berita dapat dengan mudah diakses melalui genggaman. Merupakan hal yang baik untuk tetap update dengan informasi terkini. Namun, terpapar berita mengenai pandemi secara terus menerus bisa memunculkan efek negatif bagi kondisi psikologis dan fisiologis. Cobalah untuk mengurangi membaca, melihat, atau mendengar berita negatif dalam keseharian Anda.

Jaga Tubuh Anda

Usahakan untuk melakukan olahraga ringan setiap hari. Saat ini banyak kelas olahraga online yang bisa Anda akses dari rumah dengan intensitas latihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Melakukan meditasi atau sekedar berjalan di sekitar rumah/taman juga bisa Anda lakukan sebagai alternatif kegiatan lainnya. Jangan lupa, istirahat yang cukup dengan mengatur pola tidur yang teratur, dan juga mengonsumsi vitamin untuk membantu menjaga kekebalan tubuh.

Keseimbangan Antara Hidup dan Bekerja Mesti Dijaga

Bekerja dari rumah sering kali membuat jam istirahat menjadi tidak teratur, dan terkadang kita tidak sadar bisa bekerja hingga larut malam. Akses pekerjaan melalui ponsel juga menjadi semakin tidak terbatas. Membiarkan kehidupan kerja mendominasi kehidupan personal dapat memberikan dampak besar pada kesehatan mental. Buatlah jadwal kerja yang sesuai dengan standar jam kerja Anda pada saat di kantor. Pastikan ruangan Anda cukup nyaman dan tenang untuk bekerja, dan jauhkan visual reminders saat waktu kerja telah berakhir.

Menjaga Komunikasi dengan Orang Terdekat 

Berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, atau pasangan dapat memberikan Anda kenyamanan serta dukungan emosional. Anda bisa saling berbagi kebahagiaan, kesedihan, maupun kecemasan tanpa harus menyimpannya sendiri.

Mencari Bantuan Profesional

Jika sudah merasa kewalahan dengan keadaan, carilah bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater agar dapat segera ditangani dengan baik. Anda bisa menghubungi layanan kesehatan jiwa yang telah disiapkan oleh Kementrian Kesehatan melalui call center 119 jika ingin berkonsultasi.